5 Status yang Disandang Wisata Candi Borobudur

Setiap tahunnya, sekitar 3 sampai 4 juta orang berlibur ke tempat wisata Candi Borobudur Magelang. Wajar jumlahnya fantastis karena bangunan tersebut merupakan candi Budha terbesar di dunia.  

Dari kejauhan saja, kamu sudah bisa melihat kemegahan arsitektur Borobudur yang ada di ketinggian 265 meter. Makanya, kamu perlu naik beberapa anak tangga untuk bisa sampai ke pelataran candi. Agar semakin bangga punya Candi Borobudur, yuk cari tau lebih dalam tentang destinasi ini.

Wisata Candi Borobudur Punya 5 Status, Sudah Tau Belum? 

Banyak keistimewaan yang Candi Borobudur miliki, salah satunya adalah fakta kalau candi ini menyandang 5 status sekaligus. Wah, hebat kan?

5 status yang dimaksud, sebagai berikut:

  • Warisan Dunia

Borobudur berstatus sebagai Warisan Dunia sudah sejak 1991 silam. Salah satu alasan utama dari UNESCO adalah Candi Borobudur merupakan mahakarya yang memiliki struktur bangunan unik. Ada sekitar 504 stupa dan 1460 relief yang bisa dilihat jelas sampai sekarang.

Hebatnya lagi, mahakarya tersebut dibuat oleh tangan-tangan kreatif manusia yang hidup sekitar abad ke-7. Bisa kebayang gak bagaimana mereka membangunnya?

Maka, wajar jika Candi Borobudur adalah contoh mengagumkan dari suatu bangunan yang menginspirasi setiap generasi.

Tentu saja usaha untuk melestarikan dan merawat Borobudur selalu dijalankan oleh Pemerintah. Bahkan, masyarakat luas juga sengaja dilibatkan secara aktif agar rasa memiliki warisan tak ternilai ini makin besar.

  • Kawasan Cagar Budaya

Selanjutnya, Borobudur menyabet status sebagai Kawasan Cagar Budaya. Candi Borobudur dinilai memiliki arti yang sangat penting untuk ilmu pengetahuan, sejarah, pendidikan, kebudayaan dan agama.

Contoh sederhananya, dari sisi ilmu pengetahuan, Candi Borobudur memberitahu wawasan tentang struktur bangunan candi, jenis batu yang dipakai dan apa saja bagian-bagian yang terdapat dalam candi.

Dari sisi sejarah sudah jelas kalau pembangunan Candi Borobudur berhubungan erat dengan Dinasti Syailendra di antara abad ke-7 sampai ke-8. Dibangun sebagai tempat peribadatan kaum Buddha yang bahkan masih dipakai sampai sekarang, lo.

Belum lagi, relief di dinding-dinding candi yang punya makna mendalam. Selain menceritakan sebuah peristiwa di masa lalu, pesan yang tersirat juga bisa dijadikan pelajaran bagi manusia.

  • Destinasi Super Prioritas

Akhir-akhir ini, Pemerintah lagi gencar banget nih mengembangkan Destinasi Super Prioritas. Lima di antaranya ada Candi Borobudur yang terpilih.

Jadi, Destinasi Super Prioritas dipilih untuk dikembangkan potensinya dengan baik agar bisa jadi ‘Bali Baru’ yang menarik lebih banyak wisatawan.

Candi Borobudur tentu dipilih karena punya potensi wisata yang besar. Makanya, segala persiapan terus dimatangkan mulai dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur hingga produk ekonomi kreatif dari masyarakat lokal.

Gak sebatas menginternasionalkan Destinasi Wisata Super Prioritas, kesejahteraan ekonomi masyarakat juga bisa didongkrak.

Eksistensi Candi Borobudur sebagai DSP juga didukung dengan mengenalkan potensi wisata di sekitar. Misalnya, desa-desa wisata dan tempat wisata lain yang potensial membuat wisatawan untuk lebih lama di Kawasan Wisata Candi Borobudur.

  • Kawasan Strategis Nasional 

Potensi wisata Candi Borobudur sebagai Kawasan Strategis Nasional gak perlu lagi diragukan. Sebab, Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang bisa meningkatkan ekonomi dan memberi kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.

  • Objek Vital Nasional 

Selanjutnya, Candi Borobudur juga berstatus sebagai Objek Vital Nasional. Alasannya, Borobudur berhubungan dengan kepentingan banyak orang dan sebagai sumber pendapatan negara yang menjanjikan.

Bagian-Bagian yang Dimiliki Candi Borobudur 

Tadi sudah disebutkan bahwa arsitektur Candi Borobudur merupakan mahakarya. Gak bisa dipungkiri, siapapun pasti bakal terkagum-kagum kalau sudah berdiri di depan bangunan ini.

Bangunan Candi Borobudur yang megah terdiri atas 3 bagian utama, antara lain:

  • Kamadhatu 

Bagian Kamadhatu merupakan kaki dari Candi Borobudur. Kaki candi ini punya 2 bangunan yaitu selasar dan undak.

Ada sekitar 160 relief yang terpahat di dinding bagian dasar candi ini. Relief-relief tersebut menggambarkan manusia yang masih terbuai dengan dunia sehingga sama sekali belum mendekat ke tingkat kemurnian.

  • Rupadhatu

Bagian yang ada di atas Kamadhatu disebut dengan Rupadhatu. Bangunannya berupa segi empat yang memiliki 5 tingkat dan dilengkapi dengan dinding serta pagar langkan.

Relief yang ada di bagian Rupadhatu menggambarkan kehidupan manusia yang sudah mulai menuju kesempurnaan. Sebab, manusia berusaha untuk melepaskan diri dari buaian nafsu duniawi.

  • Arupadhatu

Bagian paling atas Candi Borobudur disebut dengan Arupadhatu. Bangunanya berupa teras bundar tanpa relief, hanya stupa yang didalamnya ada patung Buddha.

Arupadhatu melambangkan kesempurnaan (nirwana) yang merupakan tujuan akhir setiap manusia.

Indonesia jelas patut berbangga punya Candi Borobudur. Eksistensinya penting sebagai tempat wisata, sumber sejarah dan ilmu pengetahuan serta sumber kesejahteraan warga setempat sekaligus negara.