Persyaratan Pernikahan WNA Belgia dan WNI di Indonesia

Menikah dengan WNA sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat Indonesia. Dari berbagai negara, WNA Belgia menjadi salah satu WNA yang cukup sering melakukan pernikahan dengan WNI. Berbeda dari pernikahan sesama WNI, persyaratan menikah WNA Belgia di Indonesia sedikit lebih rumit.

Dokumen Persyaratan Warga Negara Belgia

Sebelum melakukan proses pengurusan pernikahan di Indonesia, warga negara Belgia harus melengkapi beberapa dokumen persyaratan dari negara asalnya. Berikut ini dokumen persyaratan tersebut.

Certificate of No Impediment (CNI)

CNI merupakan surat yang menerangkan bahwa orang tersebut berstatus single dan bisa menikah serta akan menikah dengan WNI. CNI dikeluarkan oleh instansi di negara Belgia, misalnya kedutaan. Surat ini harus status terbaru maksimal berlaku hingga 6 bulan.

Fotokopi Kartu Identitas

Fotokopi kartu identitas yang berlaku di negara Belgia, contohnya seperti KTP di Indonesia. Kartu identitas lainnya yang harus difotokopi yaitu paspor, akta kelahiran, akta cerai jika sudah pernah menikah, atau akta kematian pasangan (cerai kematian).

Surat Keterangan Domisili

Warga negara Belgia harus menyertakan surat keterangan domisili di Indonesia saat ini.

Pas Foto

Pas foto yang harus disiapkan yaitu pas foto ukuran 2 x 3 (4 lembar) dan pas foto ukuran 4 x 6 (4 lembar).

Surat Keterangan Mualaf

Banyak WNA yang menjadi mualaf untuk bisa menikah dengan WNI yang beragama Islam. Jika sebelumnya WN Belgia tersebut seorang non-muslim lalu memutuskan untuk menjadi muslim, maka wajib melampirkan surat keterangan mualaf.

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Menikah

Jika Anda menikah dengan warga negara Belgia, pengurusan dokumen belum selesai sampai proses pernikahan saja. Ada hal lain yang harus dilakukan untuk mengurus dokumen secara lanjut.

Persyaratan untuk Orang Islam

Setelah resmi menikah dan mendapatkan surat nikah dari KUA, Anda harus meminta 5 fotokopi surat nikah untuk dilegalisir oleh Kepala KUA.

Lima lembar fotokopi yang sudah dilegalisir tersebut untuk mengurus legalisir buku nikah di Kementerian Agama di Jakarta, legalisir di Kemenlu, legalisir di Kemenkumham, dan legalisir di kedutaan Belgia yang ada di Jakarta.

Persyaratan untuk Non-Islam

Warga non-Islam akan menikah di disdukcapil dan akan mendapatkan kutipan akta perkawinan. Sama halnya dengan buku nikah, Anda harus meminta salinan lengkap akta perkawinan tersebut untuk dilegalisir.

Kemudian, salinan akta perkawinan tersebut harus dilegalisir oleh pihak Kemenlu, dilegalisir oleh Kemenhukham, dan dilegalisir oleh kedutaan Belgia yang ada di Jakarta.

Buku Nikah/Akta Nikah Harus Diterjemahkan

Fotokopi buku nikah/akta nikah yang akan dilegalisir oleh kedutaan Belgia harus diterjemahkan terlebih dahulu dari bahasa Indonesia ke bahasa Belgia oleh penerjemah tersumpah.

Mengurus dokumen tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang tidak mudah, terutama bagian legalisir kedutaan Belgia. Jika Anda merasa kesulitan mengurusnya sendiri atau tidak punya waktu, Anda bisa mengunjungi biro jasa pembuatan visa  PT Jangkar Global Group yang merupakan jasa legalisir kedutaan yang sudah terpercaya.