Terlambat Membayar PBB Jangan Panik! Yuk Cari Tahu Besar Denda PBB Terlebih Dahulu

Tarif denda PBB untuk 2P atau perdesaan dan perkotaan adalah 2%. Bukan persentase yang besar memang. Akan tetapi, jika terus menumpuk, denda pajak ini juga cukup berat untuk dibayarkan.

Pajak Bumi danBangunan (PBB) merupakan pajak daerah tingkat 2 atau daerah kabupaten dan kota yang dipungut oleh pemerintah daerah. Biasanya, dokumen penagihan pajak ini akan diberikan oleh perangkat desa atau pihak lainnya yang ditunjuk untuk menghitung besaran PBB.

Sebenarnya, PBB ini bukan hanya untuk perdesaan dan perkotaan, tetapi juga untuk daerah 3P yaitu perkebunan, kehutanan, dan pertambangan yang termasuk pajak pusat. Akan tetapi, di sini kita akan membahas PBB Perkotaan dan Perdesaan yang terkait tempat tinggal dan berwirausaha.

Besar Tarif PBB

Menurut UU Nomor 12 Tahun 1994, tarif pajak yang dikenakan terhadap bumi dan bangunan sebesar 0,5% dari NJKP.

Besar Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP berbeda bergantung pada Nilai Jual Objek Pajaknya atau NJOP. Besaran NJOP dihitung sesuai harga pasar di tiap daerah. Untuk NJOP kurang dari 1 M dikenakan NJKP sebesar 20%. Sedangkan, untuk NJOP untuk lebih dari Rp1 miliar dikenakan NJKP sebesar 40%.

Tarif denda ditetapkan sama yaitu sebesar 2% dari nilai PBB. Meskipun kecil, keterlambatan membayar pajak merupakan hal yang seharusnya dihindari. Untuk bagaimana cara membayarnya, silakan buka cara bayar denda PBB.

Contoh Perhitungan PPP

Contoh 1:

Mrs. YY ditagih untuk membayar denda Pajak Bumi dan Bangunan atas rumah yang saat ini ditempati. Jika diketahui nilai pasar rumah beserta bangunannya saat ini seharga Rp1,5 miliar, maka hitunglah denda PBB yang harus dibayar Mrs. YY!

Jawab:

NJKP  = tarif x NJOP

= 40% X Rp1,5 miliar

= Rp600 juta

Besar PBB      = 0,5% x NJKP

= Rp3 juta

Besar denda    = 2% x PBB

= Rp60.000 (untuk keterlambatan selama 1 bulan)

Contoh 2:

Tuan T ditagih untuk membayar denda Pajak Bumi dan Bangunan atas ruko yang saat ini digunakan sebagai kios buah. Jika diketahui nilai pasar rukosaat ini seharga Rp400 juta, maka hitunglah denda PBB yang harus dibayar Tuan T!

Jawab:

NJKP  = tarif x NJOP

= 20% x Rp400 juta

= Rp80 juta

Besar PBB      = 0,5% x NJKP

= Rp400 ribu

Besar denda    = 2% x PBB

= Rp8.000 (untuk keterlambatan 1 bulan)