Ulfi Sinta Make Up ArtisTerkenal dari Kudus

KUDUS, Lingkarjateng.id – Sukses menjadi Make Up Artist (MUA) terkenal dari Kudus, Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani yang akrab disapa Ulfi Sinta, mengaku punya rahasia sukses tersendiri.

Lihat saja, di usia yang masih terbilang muda, dia sudah mendapatkan banyak job MUA di mana-mana. Tentu saja, semua tidak terjadi begitu saja, melainkan karena kesabarannya mencintai proses hingga bisa sukses seperti sekarang. Itulah rahasia sukses Ulfi Sinta yang tidak semua anak muda miliki.

Mengintip Rahasia Sukses Ulfi Sinta, MUA Terkenal dari Kudus

Perempuan kelahiran 19 Desember 19-94 yang kini sudah menikah dan memiliki dua putra itu, mulai menekuni hobi merias sejak masih kuliah di salah satu universitas di Semarang, Jawa Tengah.

Perjalanan dirinya hingga menjadi sukses seperti sekarang ini tidaklah mudah. Sedari kuliah, Ulfi dilatih orang tuanya untuk hidup dengan uang yang pas-pasan dan harus memutar otak supaya menghasilkan uang sendiri.

“Sejak saya kuliah, orang tua saya memang hanya memberi uang saku yang serba pas. Di tengah-tengah lingkungan yang serba mewah, saya mau tidak mau harus memutar otak untuk menghasilkan uang sendiri,” kata Ulfi kepada lingkarjateng.id di segment berita kudus hari ini.

Sebelum benar-benar terjun ke dunia MUA, dirinya mengungkapkan jika awalnya sama sekali tidak mempunyai ketertarikan dalam dunia rias. Hingga akhirnya, keadaan memaksanya untuk memulai merias wajah dirinya sendiri.

“Karena saya semasa kuliah aktif di band, mau tidak mau saya harus dandan setiap hari. Dan waktu itu, ada salah satu kakak kelas yang cukup berpengaruh meminta saya untuk meriasnya, dari situ job mulai berdatangan,” terangnya.

Dirinya tak menyangka jika dari satu momen itu, mendatangkan banyak job untuk merias, yakni pada momen wisuda mahasiswa. Testimoni dari kliennya pun mulai berdatangan. Dari mulut ke mulut banyak yang merekomendasikan dirinya untuk merias pada momen wisuda mahasiswa.

“Semenjak saya menjadi MUA di momen wisuda, saya sampai beberapa kali ditakzir di pondok pesantren saya dulu. Tapi saya bersyukur, karena kerja keras saya akhirnya saya bisa membeli mobil dengan hasil saya menjadi MUA,” imbuhnya.

Dari penghasilan yang didapat, menurutnya sangat menjanjikan untuk jenjang kariernya ke depan. Meski sempat dipaksa orang tuanya untuk memilih kerja di kantoran, dengan kerja kerasnya akhirnya ia bisa meyakinkan orang tuanya untuk merestui dirinya memilih menjadi seorang MUA.

5 rekomendasi wisata kudus terbaru gratis

“Karena saya menunjukkan hasil kerja keras saya, akhirnya orang tua saya merestui saya jadi MUA. Hingga setelah menikah, saya benar-benar terjun di dunia MUA dan membuka studio baru,” tuturnya.

Dari semangat juang dan cinta terhadap proses yang dilakoninya, ia akhirnya bisa sukses menjadi MUA dengan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggannya.

“Yang terpenting adalah saya melakukan yang terbaik untuk para pelanggan saya. Jadi ketika mereka puas dengan hasil make up saya, saya juga puas dan senang,” tandasnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar)